Prototype Rumah Kaca Berbasis Arduino pada Dies FTI-23

Dewasa ini, pertanian merupakan sektor yang paling banyak membutuhkan lahan. Bertambahnya penduduk di indonesia membuat kuantitas lahan semakin sedikit. Untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan ini, rumah kaca merupakan solusi tepat. Pertanian rumah kaca mempunyai banyak keuntungan, diantaranya: mudah dalam mengendalikan hama dan penyakit, bisa mengendalikan suhu dan kelembaban serta dapat lebih meningkatkan mutu produk pertanian yang dihasilkan. Namun, rumah kaca memerlukan peralatan untuk memonitor dan mengontrol kondisi lingkungan agar dapat memberikan produk hasil yang optimal.

Saat ini Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika UNPAR membuat Sistem Monitoring dan Otomasi Rumah kaca Berbasis Arduino, Antar Muka Web dan LabView pada skala kecil. Rumah kaca berskala kecil ini mempunyai keunggulan dimana kita dapat mengukur dan mengontrol kelembapan tanah di dalam rumah kaca tersebut yang dimana jika tanah lembab maka air akan keluar ke tanah dan jika tanah tidak lembab maka air tidak akan keluar. Rumah kaca ini memiliki 7 sensor yang dimana memiliki fungsi untuk mengukur kelembaban tanah, suhu di dalam dan di luar rumah kaca , intensitas cahaya, indeks sinar UV di dalam dan luar rumah kaca. Mikrokontroler yang digunakan pada rumah kaca ini adalah Arduino yang terintegrasi dengan LabView untuk tampilannya.

 

Prototipe rumah kaca dan sistem Arduino
Prototipe rumah kaca dan sistem Arduino
Tampilan LabView untuk memonitor parameter penting rumah kava
Tampilan LabView untuk memonitor parameter penting rumah kava

 

 

 

 

 

 

 

Saat Dies FTI ke-23 pada tahun 2016 Teknik Elektro Mekatronika mendapat kesempatan untuk memamerkan alat ini kepada masyarakat lingkungan UNPAR pada lomba produk. Prototype ini mendapat penilaian dari para undangan yang hadir di Acara Dies FTI dan mendapat juara pertama dalam  produk tersebut. Penghargaan ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Teknik elektro Konsentrasi Mekatronika mengingat usia jurusan ini yang baru menginjak 1 tahun. Penelitian ini akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar dengan inovasi terbaru dimana sumber energi diperoleh melalui panel sel surya. РFelix

X